Kamis, 26 Mei 2016

Fenomena Perubahan Kegemaran

    Setelah tiga tahun yang lalu kita diramaikan dengan fenomena K-Pop di Tanah Air, kini masyarakat kita pun terpana oleh pop kultur asal India.

     Demam India terjadi di Tanah Air dan dialami oleh semua lapisan kalangan usia, status sosial, dan demografis (urban-rural). Setelah sukses tayang Mahabrata pada Maret lalu di ANTV, kini hampir semua stasiun televisi memiliki tayangan film serial India, seperti Naagin di MNC TV, Aladin di Trans TV, Mahadewa, The Adventures of Hatimdan Jodha Akbar di ANTV.

     Bintang bintang film India pun jadi idola baru seperti Shaheer Sheikh, Rohit Bhardwaj, Saurav Gurjar, Vin Rana, Lavanya Bhardwaj, Aham Sharma, dan Arpit Ranka. Melihat fenomena demam India ini, saya bertanya-tanya ada apa dengan masyarakat kita? Mengapa mereka menyukai filmfilm India? Saya melihat munculnya fenomena ini tidak lepas dari preferensi hiburan konsumen kelas menengah.

     Dengan tingkat pengetahuan dan koneksi sosial yang semakin luas, konsumsi hiburan (entertainment) mereka semakin mengglobal dan modern. BoomingK-Pop adalah fenomena gaya hiburan muda. Tak jauh beda, demam India pun digandrungi  di berbagai kalangan usia, tapi lebih banyak perempuan muda


    Bagaimana Cara Menyikapinya :
Dalam fenomena ini lebih baik kita menaggapinya dengan cara selektif. Artinya perubahan yang membawa dampak positif bagi kita nilai-nilainya di masyarakat akan diterima, dan begitu juga sebaliknya, perubahan yang menimbulkan rusaknya norma-norma sosial ditolak keberadaannya.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com/read/927906/150/demam-india-1416716100

Tidak ada komentar:

Posting Komentar