Sabtu, 19 November 2016

STRUKTUR ORGANISASI

1. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
          Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1.Formalisasi
          Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.Sentralisasi
          Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. DEPARTEMENTALISASI
          Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks
          Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI
             Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
            Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.
             Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.
       

D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
               Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.



Sabtu, 12 November 2016

Self-Driving Smart Car

             Oke sobat, kali ini saya akan membahas tentang Self-Driving Smart Car atau yang lebih dikenal dengan mobil yang bisa "mengendarai dirinya sendiri". Jadi mobil ini bisa pergi kemana saja tanpa harus pegal menginjak pedal. Wahhh keren sekali ya sobat, teknologi memang tidak ada habisnya ya sobat, mungkin di masa yang akan datang akan ada mobil yang dikendarai melalui pikiran si pengendara hehehe.

           Dengan memperkenalkan Self-Driving Smart Car tanpa setir dan pedal ini, Google mengharapkan adanya penurunan tingkat kecelakaan karena “human error” yang sering terjadi di jalan. Mobil ini tau kapan harus berhenti dan kapan harus jalan, dengan adanya sensor yang ada diatas mobil, mobil ini dapat membantu kita menjaga jarak dengan kendaraan lainnya, untuk mengurangi tingkat resiko kecelakaan.

           Kecepatan mobil ini bisa dikontrol melalui voice command atau melalui tombol yang ada disamping tempat duduk agar dapat disesuaikan dengan si pemilik mobil. Mobil ini juga memiliki bentuk yang unik, tidak seperti mobil biasanya, dengan bentuk yang seperti telur dan hanya bisa ditumpangi oleh dua orang. Kecepatan maximal dari mobil ini hanya 40km/jam, dengan begitu kita tidak dapat memakainya untuk ngebut ngebutan sobatt agar tidak terjadi kecelakaan. Mungkin hanya sekian Self-Driving Smart Car yang bisa saya bahas, sampai jumpa lain waktu sobatt.

           


Berikut adalah video test drive untuk pertama kalinya :
https://www.google.com/selfdrivingcar/


Jumat, 21 Oktober 2016

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi


Halo sobat, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang “Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi”. Bagi sobat yang belum tau bagaimana sejarah perkembangannya langsung saja kita telusuri yuk bagaimana sih proses terjadinya perkembangan sejarah teknologi informasi sejak zaman dahulu hingga saat ini.


Sejak zaman prasejarah sistem komunikasi manusia terus berkembang  sampai zaman modern  seperti  sekarang  ini . Sejak  zaman  prasejarah  tersebut,  berbagai  peralatan  teknologi informasi  telah  ditemukan,  bahkan  sampai  sekarang  ada  yang masih  terus dipakai dan diteliti untuk dikembangkan. Perkembangan teknologi dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu :

1.        Periode Pertama/Pra Mekanik (3000 SM – 1450 M)
Pada masa ini, komunikasi masih masih menggunakan simbol-simbol untuk meyampaikan informasi. Contohnya seperti gambar gambar prasejarah pada dinding goa seperti di film-film gituu loh sobat, gambar tersebut digunakan untuk menceritakan kejadian pada saat itu.

2.        Periode Kedua/Mekanik  (1450 M – 1870 M)
Pada masa ini, manusia telah menggunakan peralatan untuk menyimpan, mengolah dan merekan informasi. Contohnya  mesin cetak untuk mencetak koran .

3.        Periode Ketiga/ElektroMekanik (1870 – 1940)
           Pada masa ini, penggunaan listrik untuk memberikan energi untuk menjalankan penemuan mesin sesudah pascaline terus ditemukan. Pada masa ini pula telepon sudah digunakan untuk komunikasi jarak jauh secara langsung.

4.        Periode Keempat/Elektronik (1940 - Sekarang)
           Pada masa ini, Jean Hoerni mengembangkan transistor planar pada tahun 1957. Alat ini dapat mengintegrasikan semua sikuit yang diciptakan tahun-tahun selanjutnya. Beberapa tahun kemudian departemen pertahanan amerika serikat mendirikan ARPANET yang mana ini adalah asal mulanya internet yang kita gunakan saat ini.


Sejarah Perkembangan Sistem Informasi
Sistem Informasi pertama kali digunakan untuk pengiriman dan penerimaan dokumen dokumen. Pengiriman dokumen ini disimpan dalam bentuk magnetic tape. Perkembangan sistem informasi terbagi menjadi 4 generasi, yaitu :

1.        Generasi Pertama (1945 - 1955)
        Pada generasi ini belum ada yang namanya sistem operasi, sistem komputer  diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

2.        Generasi Kedua (1955 - 1965)
        Pada generasi ini manusia masih belum mengenal sistem operasi,  tetapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada. Contohnya seperti FMS ( Fortran Monitoring System) yang merupakan bagian yang fungsinya sebagai komponen sistem operasi.

3.        Generasi Ketiga (1965 – 1980)
        Setelah ditemukan fungsi dasar sistem operasi, lalu dikembangkan untuk melayani pemakai secara online, sehingga menuntut sistem komputer dapat digunakan secara multiuser, multiprogramming, dan lain lain. Multiuser sendiri memiliki arti komputer yang dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus dan multiprogramming sendiri memiliki arti komputer yang dapat melakukan banyak proses/perkerjaan sekaligus pada waktu yang bersamaan.

4.        Generasi Keempat (1980 – 199x)
        Disini sudah ditemukan sistem operasi yang dapat melayani banyak mode, seperti mendukung batch processing, timesharing dan real time applications. Untuk mencari tau apa itu batch processing, timesharing dan real time sobat bisa langsung cek saja di gugel. 
       
      Cukup sekian informasi yang dapat saya berikan untuk sobat sekalian. Maaf apabila ada salah kata karena manusia tak luput dari kesalahan . Mungkin untuk sobat yang kurang suka membaca banyak tulisan bisa langsung menekan link dibawah ini :

       
       


Jumat, 14 Oktober 2016

PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI


DEFINISI
        Dalam keberlangsungan setiap kegiatan berorganisasi, pasti akan menemui sebuah situasi dimana harus dilakukannya sebuah atau lebih suatu pengambilan keputusan. Menurut para ahli, pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan antara berbagai alternatif (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970).

Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternatif. Untuk dapat mengambil keputusan dengan baik, ada rangkaian proses pengambilan keputusan yang harus dilakukan. Berikut adalah langkah yang bijaksana untuk dilakukan sebelum mengambil keputusan berdasarkan pada konsep pengambilan keputusan itu sendiri (Gunadarma, 2009).

            Pengambilan keputusan merupakan salah satu peranan manajer yang disebut peranan decisional (Winardi,1990). Sedangkan organisasi adalah wadah bagi beroprasinya manajemen. (Anzizhan,Syarafuddin.Sistem Pengambilan Keputusan Pendidikan. grasindo).


Jenis-Jenis Keputusan
            Dalam mengambil keputusan tentus aja ada beberapa jenis, Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut.
            Secara garis besar, keputusan digolongkan menjadi 2 yaitu keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin.

  • Keputusan rutin (Keputusan terprogram/keputusan terstruktur) adalah keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan secara tertentu untuk mengendalikannya atau diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh keputusan pemesanan barang.
  • Keputusan tidak rutin (Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur) adalah keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain merupakan contoh keputusan tidak terprogram.
            Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, memiliki dasar pengambilan keputusan.


Dasar pengambilan keputusan 
A. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi
            Yaitu pengambilan keputusan lebih berdasarkan pada intuisi, kebiasaan dan perasaan hati. keputusan ini bersifat singkat, untuk masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan sepihak dan bersifat perasaan.

keuntungan metode ini, yaitu :
  1. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
  2. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan
B. Pengambilan Keputusan Rasional
            Yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional berfikir dan lebih bersifat objektif. Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna pikir. Masalah–masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif dan dapat diukur.

C. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman
             Yaitu Pengambilan keputusan yang berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis di kemudian hari.

D. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta
         Yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan data empiris dan fakta nyata sehingga dapat memberikan keputusan yang valid sehingga tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi. Istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.

e) Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang
            Yaitu pengambilan keputusan yang berdasarkan atas wewenang/kedudukan yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi pemimpin. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.
   
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan


1. POSISI/KEDUDUKAN
                  Dalam kerangka pengambilan keputusan, posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat dalam hal  berikut:
 
·     Letak posisi
       Dalam hal ini apakah ia sebagai pembuat keputusan ,penentu keputusan ataukah staf. 

·    Tingkatan posisi
      Dalam hal ini apakah sebagai strategi, policy, peraturan, organisasional, operasional, teknis.

        2.  MASALAH
                Masalah atau problem adalah apa yang menjadi penghalang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus diselesaikan.

3.KONDISI 
          Kondisi adalah keseluruhan dari faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya-sumber daya.

4.TUJUAN
           Tujuan yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu / telah ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan tujuan antara atau obyektif.



Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan
Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan : 
           Proses Pengambilan Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik. Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.




Gaya pengambilan keputusan

1. Gaya Direktif (Pengarahan)
adalah Suatu gaya pengambilan keputusan dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang rasional

2. Gaya Analitis
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional

3. Gaya Konseptual
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang tinggi untuk ambiquita /ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang tinggi juga

4. Gaya Perilaku
adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi yang rendah untuk ambiquitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif yang tinggi 

 

SUMBER :-https://dayensobarna.wordpress.com/2015/04/27/jenis-jenis-keputusan-di-dalam-organisasi/
                    -http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-dalam-pengambilan.html
                    -http://khaizankahfi96.blogspot.co.id/2015/05/pengambilan-keputusan-dalam-organisasi.html